Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

PawonMarket

Bersama Pawon Ciptakan Lingkungan Bebas Polusi, Wujudkan Budaya Kreatif Ekonomi Kerakyatan Profesional

Highlight

Sekecil apapun kebaikan tidak akan menjadi sia-sia

PawonCilgon.com | Dengan berbuat baik, akan banyak menciptakan pemikiran positif kepada orang lain maupun alam ini. Dengan melakukan perbu...

Selasa, 26 Februari 2019

Cerita dibalik Pengantaran Donasi Jilid-II ke daerah Sumur

PawonCilegon.com | Cuaca sabtu (23/2) cukup cerah pagi itu, sekitar pukul 06:30 depan parkiran RM Sari Banten Kota Cilegon, atau tepatnya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) 50 meter dari lampu merah PCI ke arah Anyer, nampak sebanyak 4 (empat) motor bermuatan dus-dus yang isinya donasi pakaian dan makanan kering sudah terikat rapih dan kencang.

Hadir bersama, Ketua Pawon Asep Rachmatullah dan beberapa Pengurus Iim Ibrohim, Rahmawaty, Mulyadi dan salah satu Anggota Pawon Dindin Drajat untuk melepas keberangkatan para relawan pengantar donasi Pawon.

Setelah melakukan do'a bersama, relawan pengantar donasi  diantaranya adalah Adon Saiful (AS), Sudarman (SDR), Aep Alfian (AA), MN Muchlis (MNM), perlahan melajukan motornya bergerak menuju selatan arah Anyer.


Pendistribusian donasi barang dan uang Jilid ke dua kali ini tujuannya desa Kertamukti kec. Sumur dengan estimasi jarak tempuh sekitar 5 sampai 6 jam melalui rute Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Cigelis, Sumur.

Pukul 11.30 tiba di daerah Cigelis, kami ber-empat berhenti karena mendapatkan beberapa warga sedang berkumpul di tepi laut.

Lalu bertanya pada salah satu penduduk yang menghampiri kami, apa yang sedang dilakukan disini. Warga yang tidak sempat kami tanyai namanya, menjawab kalau mereka sedang masak. Ditempat ini sebelum terjadinya tsunami, adalah titik para nelayan untuk melaut, cerita ia.

Kampung ini rata-rata penduduknya adalah nelayan, ketika kami tanya apa yang paling dibutuhkan saat ini.  Mereka belum bisa menghasilkan uang karena belum bisa usaha, perahu mereka banyak yang rusak terkena tsunami dan kebutuhan paling utama saat ini adalah beras.

"Ya Allah ..., andai saja kami membawa beras, tentulah akan kami bagikan buat mereka juga ..."

Tak lama warga yang lain berhambur mendekati kami, tatapan mereka penuh harap sesekali melirik kearah motor kami. Segera kami  menjelaskan bahwa kami hanya sebagai pengantar saja, barang yang dibawa ini adalah pakaian dan sedikit makanan ringan, pesan dari donatur untuk dikirimkan ke Sumur, barulah mereka mengangguk-angguk, dan mengatakan oh iya gak apa-apa.

Lalu kami mengatakan bahwa kami hanya bisa membagikan makanan ringan untuk anak-anak, dan inipun tak banyak. Anak-anak yang berebut menyalami kami yang sejak awal sudah berada dekat, bersorak kegirangan. Kamipun segera membagikan makanan yang sudah dikemas dalam bentuk bingkisan parsel tersebut dibagikan satu persatu baik kepada anak-anak atau orang tua yang ada disana. Bahagia sekali melihat mereka bersukacita seakan itu adalah hadiah yang sangat berharga.

Salah satu warga mengatakan kalau mereka sangat senang dan mengucapkan terimakasih hingga berkali-kali.

Tak lama kamipun pamit untuk melanjutkan perjalanannya menuju Sumur, mereka anak-anak melambaikan tangannya sambil berpesan agar hati-hati diperjalanan.

Saat memasuki waktu dhuhur tepatnya di Kertasari, kami segera mampir ke sebuah Masjid untuk melakukan sholat, ada salah satu jamaah yang kami hampiri kemudian berbincang untuk mendapatkan informasi. Menurutnya, kondisi saat ini sudah membaik dan kehidupan sudah normal kembali. Memang daerah tersebut hanya sedikit yang terkena tsunami.

Tujuan kertamukti hanya berjarak beberapa kilometer saja, kamipun kembali melanjutkan perjalanan agar cepat sampai tujuan.

Pukul 12:30 tiba di sebuah sekolah yang letaknya ada di dalam perkampungan, berjarak sekitar 50 meter dari jalan utama Sumur - Ujungkulon. Kami disambut dengan gembira oleh warga, jamuan yang diberikan sangat luar biasa, mereka mengatakan perjalanan dengan motor pasti capek dan lapar, maka ibu-ibu yang berada disana segera masak nasi, bapak-bapaknya mencarikan lauk pauk yang siap saji.

Panjang lebar kami ngobrol mengenai kondisi dengan Koordinator yang biasa mengurus donasi, warga akrab memangilnya Bidan Yuyun (BY), menurutnya sekolahnya itu juga menjadi pos untuk pendistribusian donasi kepada warga pasca tsunami, selain itu ada hal yang memang sudah dilakukan yaitu menampung anak-anak yang kurang mampu agar bisa sekolah.

MNM yang mewakili PAWON yang juga sebagai relawan pengantar donasi, melakukan serah terima donasi baik barang dan uang kepada BY, dan berpesan agar dapat di distribusikan ke warga yang membutuhkan.



Ucapan terimakasih yang disampaikan oleh BY mewakili warga kampung Cihoe, Desa Kertamukti, Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Banten. "kami sangat senang sekali karena masih ada yang peduli, kami selalu berharap bapak ibu dimanapun berada walaupun kita tidak saling mengenal, kami yakin bapak ibu adalah orang baik ... dan kami berdoa semoga bapa ibu selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah".

Pukul 14:45 kamipun akhirnya harus bersiap-siap untuk pulang ke Cilegon.

Pengalaman untuk hari ini buat kami menjadi pengantar donasi menggunakan motor adalah sesuatu yang berarti karena pada akhirnya telah terbangun kebersamaan, kompak selama diperjalanan dan lebih mengenal secara emosional.

Singkatnya, kami tiba di Cilegon pukul 20.00, Alhamdulillah semua dalam keadaan selamat dan tak kurang sesuatu apapun, dan ini tak lepas dari doa teman-teman semua Anggota. Sedikit atau banyak yang telah disumbangkan untuk mereka tentu bermanfaat dan semoga bisa meringankan kesulitan saudara-saudara kita yang masih membutuhkan.

Semoga kita selalu diberi hati yang ikhlas untuk selalu mampu dan bisa membantu bagi yang membutuhkan, baik yang ada di sekeliling kita atau yang terkena musibah dan bencana. (AS|HKP)

Klik DISINI untuk melihat dokumentasi lebih banyak