PawonMarket

Bersama Pawon Ciptakan Lingkungan Bebas Polusi, Wujudkan Budaya Kreatif Ekonomi Kerakyatan Profesional

Highlight

Wakil Walikota Cilegon Kunjungi CFD Cilegon

Pawoncilegon.com | Bertepatan terselanggaranya acara santunan "Pawon Peduli Yatim" di Car Free Day Cilegon (CFD) pada 1 Desembe...

Minggu, 15 April 2018

Angklung ramai dilihat Pengunjung CFD


PawonCilegon.com | Angklung adalah alat musik multitonal bernada ganda yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan, bunyi disebabkan oleh benturan pipa bambu sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karyaJonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. (Wikipedia)

Angklung telah didaftarkan ke UNISCO 26 Agustus 2009 oleh Saung Udjo kemudian 18 November 2010 diakui menjadi warisan budaya dunia (The Intagible Heritage). Saat ini angklung telah dikenal di masyarakat Indonesia secara luas bahkan dunia, dan banyak Musisi atau masyarakat umum mempelajarinya baik melalui sanggar sanggar musik atau hanya sekedar memiliki alatnya saja.

Musisi jalanan yang menamakan dirinya "Perkusi Angklung Rambu Laras Wulung" kemarin (15/4) mempertontonkan keahliannya memainkan angklung yang dikolaborasi dengan alat musik modern di Car Free Day Cilegon dan mampu menyita perhatian banyak pengunjung walau sebentar. Cukup menghibur dengan pertunjukannya. (AS/HKP)


1 komentar: