Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

Paguyuban Wirausaha Cilegon

Kumpulan Cerita, Berita tentang Pawon dan Cilegon Car Free Day

PawonMarket

Bersama Pawon Ciptakan Lingkungan Bebas Polusi, Wujudkan Budaya Kreatif Ekonomi Kerakyatan Profesional

Hot News

Devan, Relawan Cilik untuk Penggalangan Donasi Korban Tsunami

PawonCilegon.com | Devan nama panggilannya, usianya 10 tahun, tanggal 29 Desember lalu ia terlihat berada dipinggir jalan yasin beji, C...

Jumat, 14 Juni 2019

Berita Duka

PawonCilegon.com - Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah, Pawon kehilangan salah satu anggotanya yang berwirausaha di Car Free Day Cilegon (CFD) setiap minggu stand non kuliner. Innalillahi wainailaihi roji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Anggota Pawon yang bernama Ade Supriadi pada hari Kamis, 5 Juni 2019, pukul 04.00 WIB di Cilegon.


Segenap Pengurus dan seluruh Anggota Pawon menyampaikan belasungkawa, semoga almarhum husnul khotimah, diterima amal ibadahnya oleh Allah Subhanawata'ala serta diberikan ketabahan kepada keluarga yang di tinggalkan. 


Foto : Perwakilan Pengurus Pawon dari kiri Iim Ibrohim (Wakil Ketua), Irianto (Bidang Sosial), Putera Almarhum, Lilik (Bidang Usaha) saat berta'ziyah dan memberikan santunan duka kepada keluarga almarhum (14/6). | Info berita oleh Futuh Fauzan |

Senin, 27 Mei 2019

Kejadian CFD 26 Mei 2019 (Oknum Pengendara Motor terobos CFD)

PawonCilegon.com | CFD Pawon digegerkan dengan kejadian yang mengagetkan, sekitar pukul 10.00 WIB, ada seorang pengendara motor yang menerobos masuk zona CFD di jam aktif (jalan masih tutup) melalui pintu timur.


Menurut petugas Kepolisian bapak Suryana (Kapolsub sektor Purwakarta) dan bapak Memed Satgas K3 Pawon yang sedang berjaga di pintu timur, tiba tiba ada pengendara motor menerobos pintu masuk tanpa ijin, diberi peringatan tapi malah ngegas motornya masuk dengan kecepatan tinggi. Petugas langsung menghubungi Satgas K3 lain menggunakan Handy Talky (HT) agar memberhentikan pengendara tersebut. Bapak Budiono selaku Kasatgas K3 Pawon sempat menghadang pengendara tersebut tepat di jalur sebrang Posko Pawon akan tetapi oknum itu tak menghiraukan malah menghindar berkelok kelok di keramaian pengunjung. Lalu Bapak Supri Korblok KB.03 meneriaki 'maling' spontan oknum panik dan menambah kecepatan motornya ke arah barat.


Sebelum tiba di pintu barat oknum tersebut sempat menambrak beberapa pengunjung, hingga akhirnya Petugas Kepolisian pintu barat bapak Jaka yang sudah memonitor HT menghadang di pintu barat dan melumpuhkan kecepatan kendaraannya hingga menabrak beberapa motor yang terparkir dan akhirnya oknum terjatuh. Tidak sedikit juga anggota Pawon yang berusaha menghentikan oknum.


Kejadian ini mengundang perhatian para pedagang di CFD sehingga atas kelakuannya membuat geram massa yang ada dan oknum babak belur dihajar massa.
Petugas Kepolisian Polres bapak Rudi langsung datang dan melerai lalu menggiringnya ke posko Pawon. Saat dibawa menuju Posko Pawon, sesekali massa tak sabar menjatuhkan pukulan ke tubuhnya.

Beberapa menit di Posko Pawon, menghindari amukan massa, oknum digiring ke Mapolres Cilegon oleh aparat Polisi bapak Suryana, bapak Jaka dan bapak Rudi. Diserahkan ke Unit IV untuk di interogasi oleh penyidik.


Setelah dilakukan interogasi oleh penyidik, dilaporkan bahwa oknum yang bernama TARMIDI ini merupakan sindikat curanmor yang berasal dari Sumatera. Menurut pengakuan pelaku, motor Scoopy yang dikendarainya adalah hasil curian yang dia bawa dari Tambak (Cikande) dan dia mengaku hanya menjadi tugas kurir pengiriman ke Lampung. Sialnya di melewati jalan Yasin Beji untuk menerobos ke arah Merak.


Ditemukan juga di dalam tas nya plat nomor BE 2 buah dan beberapa kunci motor yang bentuknya tidak standard. Barang nya tersebut dijadikan alat bukti oleh pihak kepolisian. Hasil pengembangan interogasi diakui oleh oknum bahwa komplotannya sedang menunggu di depan Indomaret Merak.
Hingga saat ini dilaporkan, masih menunggu perkembangan selanjutnya.


HIKMAH UNTUK KITA
Kejadian ini merupakan kali pertama CFD membantu menyergap pelaku curanmor. Walaupun unit motor yang dicuri tersebut bukan dari area CFD, akan tetapi sebaiknya kita meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di area parkir agar terhindar dari curanmor. Kini, Pawon berhasil membantu melumpuhkan pelaku, terimakasih atas bantuan seluruh anggota dan jajaran aparat kepolisian yang bertugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban CFD yang kita cintai.


Salam Pawon
KETUA PAWON

Selasa, 26 Februari 2019

Cerita dibalik Pengantaran Donasi Jilid-II ke daerah Sumur

PawonCilegon.com | Cuaca sabtu (23/2) cukup cerah pagi itu, sekitar pukul 06:30 depan parkiran RM Sari Banten Kota Cilegon, atau tepatnya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) 50 meter dari lampu merah PCI ke arah Anyer, nampak sebanyak 4 (empat) motor bermuatan dus-dus yang isinya donasi pakaian dan makanan kering sudah terikat rapih dan kencang.

Hadir bersama, Ketua Pawon Asep Rachmatullah dan beberapa Pengurus Iim Ibrohim, Rahmawaty, Mulyadi dan salah satu Anggota Pawon Dindin Drajat untuk melepas keberangkatan para relawan pengantar donasi Pawon.

Setelah melakukan do'a bersama, relawan pengantar donasi  diantaranya adalah Adon Saiful (AS), Sudarman (SDR), Aep Alfian (AA), MN Muchlis (MNM), perlahan melajukan motornya bergerak menuju selatan arah Anyer.


Pendistribusian donasi barang dan uang Jilid ke dua kali ini tujuannya desa Kertamukti kec. Sumur dengan estimasi jarak tempuh sekitar 5 sampai 6 jam melalui rute Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Cigelis, Sumur.

Pukul 11.30 tiba di daerah Cigelis, kami ber-empat berhenti karena mendapatkan beberapa warga sedang berkumpul di tepi laut.

Lalu bertanya pada salah satu penduduk yang menghampiri kami, apa yang sedang dilakukan disini. Warga yang tidak sempat kami tanyai namanya, menjawab kalau mereka sedang masak. Ditempat ini sebelum terjadinya tsunami, adalah titik para nelayan untuk melaut, cerita ia.

Kampung ini rata-rata penduduknya adalah nelayan, ketika kami tanya apa yang paling dibutuhkan saat ini.  Mereka belum bisa menghasilkan uang karena belum bisa usaha, perahu mereka banyak yang rusak terkena tsunami dan kebutuhan paling utama saat ini adalah beras.

"Ya Allah ..., andai saja kami membawa beras, tentulah akan kami bagikan buat mereka juga ..."

Tak lama warga yang lain berhambur mendekati kami, tatapan mereka penuh harap sesekali melirik kearah motor kami. Segera kami  menjelaskan bahwa kami hanya sebagai pengantar saja, barang yang dibawa ini adalah pakaian dan sedikit makanan ringan, pesan dari donatur untuk dikirimkan ke Sumur, barulah mereka mengangguk-angguk, dan mengatakan oh iya gak apa-apa.

Lalu kami mengatakan bahwa kami hanya bisa membagikan makanan ringan untuk anak-anak, dan inipun tak banyak. Anak-anak yang berebut menyalami kami yang sejak awal sudah berada dekat, bersorak kegirangan. Kamipun segera membagikan makanan yang sudah dikemas dalam bentuk bingkisan parsel tersebut dibagikan satu persatu baik kepada anak-anak atau orang tua yang ada disana. Bahagia sekali melihat mereka bersukacita seakan itu adalah hadiah yang sangat berharga.

Salah satu warga mengatakan kalau mereka sangat senang dan mengucapkan terimakasih hingga berkali-kali.

Tak lama kamipun pamit untuk melanjutkan perjalanannya menuju Sumur, mereka anak-anak melambaikan tangannya sambil berpesan agar hati-hati diperjalanan.

Saat memasuki waktu dhuhur tepatnya di Kertasari, kami segera mampir ke sebuah Masjid untuk melakukan sholat, ada salah satu jamaah yang kami hampiri kemudian berbincang untuk mendapatkan informasi. Menurutnya, kondisi saat ini sudah membaik dan kehidupan sudah normal kembali. Memang daerah tersebut hanya sedikit yang terkena tsunami.

Tujuan kertamukti hanya berjarak beberapa kilometer saja, kamipun kembali melanjutkan perjalanan agar cepat sampai tujuan.

Pukul 12:30 tiba di sebuah sekolah yang letaknya ada di dalam perkampungan, berjarak sekitar 50 meter dari jalan utama Sumur - Ujungkulon. Kami disambut dengan gembira oleh warga, jamuan yang diberikan sangat luar biasa, mereka mengatakan perjalanan dengan motor pasti capek dan lapar, maka ibu-ibu yang berada disana segera masak nasi, bapak-bapaknya mencarikan lauk pauk yang siap saji.

Panjang lebar kami ngobrol mengenai kondisi dengan Koordinator yang biasa mengurus donasi, warga akrab memangilnya Bidan Yuyun (BY), menurutnya sekolahnya itu juga menjadi pos untuk pendistribusian donasi kepada warga pasca tsunami, selain itu ada hal yang memang sudah dilakukan yaitu menampung anak-anak yang kurang mampu agar bisa sekolah.

MNM yang mewakili PAWON yang juga sebagai relawan pengantar donasi, melakukan serah terima donasi baik barang dan uang kepada BY, dan berpesan agar dapat di distribusikan ke warga yang membutuhkan.



Ucapan terimakasih yang disampaikan oleh BY mewakili warga kampung Cihoe, Desa Kertamukti, Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Banten. "kami sangat senang sekali karena masih ada yang peduli, kami selalu berharap bapak ibu dimanapun berada walaupun kita tidak saling mengenal, kami yakin bapak ibu adalah orang baik ... dan kami berdoa semoga bapa ibu selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah".

Pukul 14:45 kamipun akhirnya harus bersiap-siap untuk pulang ke Cilegon.

Pengalaman untuk hari ini buat kami menjadi pengantar donasi menggunakan motor adalah sesuatu yang berarti karena pada akhirnya telah terbangun kebersamaan, kompak selama diperjalanan dan lebih mengenal secara emosional.

Singkatnya, kami tiba di Cilegon pukul 20.00, Alhamdulillah semua dalam keadaan selamat dan tak kurang sesuatu apapun, dan ini tak lepas dari doa teman-teman semua Anggota. Sedikit atau banyak yang telah disumbangkan untuk mereka tentu bermanfaat dan semoga bisa meringankan kesulitan saudara-saudara kita yang masih membutuhkan.

Semoga kita selalu diberi hati yang ikhlas untuk selalu mampu dan bisa membantu bagi yang membutuhkan, baik yang ada di sekeliling kita atau yang terkena musibah dan bencana. (AS|HKP)

Klik DISINI untuk melihat dokumentasi lebih banyak

Selasa, 08 Januari 2019

Pawon Peduli Bencana Banten, Jangan Buru-buru Lupakan Mereka


PawonCilegon.com| Sepulangnya mengantar donasi dari kedua tempat terkenanya tsunami selat sunda Banten yaitu, Carita dan Panimbang, relawan Pawon (PPBB) tak banyak bicara selama perjalanan, berbeda ketika berangkat masih ada canda tawa, namun setelah semuanya menyaksikan kondisi masyarakat di Carita dan Panimbang, terhenyak, sedih iba dan kasihan yang sulit diungkapkan.

Tonton video dukementer Pawon saat dilokasi (3-januari-2018)


Kondisi yang mereka alami terutama anak-anak yang menjadi yatim piatu, tak lagi ada rumah, ingin pergipun kemana, aktifitas dan perekonomian pun lumpuh. Yang terfikirkan, bagaimana mereka esok? Akankah mereka masih punya makanan? Bagaimana dengan anak-anak?


Kita sadar bahwa kita belum mampu bantu sepenuhnya, tapi bukan berarti kita berhenti sampai disini, hanya melakukan bantuan sekali. Penggalangan donasi harus tetap berlanjut, berapapun dan apapun yang mampu kita bagikan untuk mereka.


Selagi kita diberikan kesempatan untuk saling memberi dan mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk peduli. Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon) setiap minggunya akan tetap melakukan penggalangan dana di Car Free Day (CFD) Cilegon dengan batas waktu yang tidak ditentukan.


Posko PPBB akan tetap dibuka, hal ini dianggap penting karena korban bencana tsunami selat sunda Banten masih membutuhkan bantuan serta kondisi yang masih belum pulih, dengan adanya Posko penggalangan donasi yang langsung dilakukan Pawon, tujuannya untuk mempermudah anggota Pawon atau pengunjung CFD menyalurkan donasi.

Sebagai laporan kegiatan pendistribusian donasi, Dana yang telah digalang dan terkumpul dalam bentuk uang Rp. 23.492.000 serta sembako, makanan dan pakaian sebanyak 102 dus, telah diserahkan kepada yang berhak (Lihat Posting sebelumnya).

Ucapan terimakasih dari Ketua Pawon Asep Rachmatullah kepada seluruh anggota dan Masyarakat pengunjung CFD "Alhamdulillah, kami semua tim relawan Pawon (yang ikut) sudah kembali tiba di Cilegon pukul 20.00 dengan selamat. Donasi sebesar 23.492.000 serta sebanyak 102 box sembako dan pakaian telah kami distribusikan".

"Terimakasih kepada pemberi donasi baik anggota Pawon atau masyarakat Cilegon yang menyumbang di CFD atau yang melintas di Posko PPBB, terimakasih relawan Pawon yang ikut ke lokasi, terimakasih atas iringan do'a seluruh anggota Pawon, terimakasih juga kami haturkan kepada bpk Jaka PAM OBVIT Polres Cilegon yang telah membantu pengawalan sehingga perjalanan bisa cepat sampai kelokasi tujuan".

"Amanah telah kami sampaikan kepada para korban bencana dengan tepat sasaran. Semoga Pawon dan anggotanya diberikan keberkahan dan menjadi pembelajaran Berniaga dengan Allah. Salam Pawon!!".

AS | HKP

Kamis, 03 Januari 2019

Devan, Relawan Cilik untuk Penggalangan Donasi Korban Tsunami


PawonCilegon.com | Devan nama panggilannya, usianya 10 tahun, tanggal 29 Desember lalu ia terlihat berada dipinggir jalan yasin beji, Cilegon. Berdiri ber jam-jam masih tetap bersemangat mengharap pengemudi yang melewatinya memasukan uang ke kotak yang di gantung dilehernya dengan tali rapia.


Penasaran dengan apa yang dia lakukan, redaksi pun mencari tau melalui orang tuanya, karena sehari-hari sering terlihat bersama bu Rahma Anggota Pawon yang juga aktif sebagai Pengurus di Seketaris Keanggotaan.

Bayangkan, seusianya anak-anak sekarang lebih suka memilih gadget ketimbang melakukan hal yang kurang asik dilakukan, walaupun pada kenyataannya Devan juga gemar main gadget, tapi pada kesempatan itu ia luangkan waktu untuk membaktikan diri menjadi relawan penggalangan donasi korban tsunami di Posko PPBB Pawon.


Ada alasan menarik mengapa Devan ada disana, ternyata memang kedua orang tuanya lah yang mengenalkan Devan kepada kepedulian sosial, berikut penawaran yang dilakukan mamahnya :
"de mau ikutan relawan ngga ??"
"relawan apaan mah?"
"Iya .. kita kumpulin uang di jalan nanti uang-uang yg udah kekumpul di kasihin ke korban bencana"

Lalu Papanya menimpali perbincangan mereka berdua.
"Devan mau dapat pahala engga?"
"mau......"

"ya udah klo mau, sini sama mama, kalo devan bisa bantu anak-anak korban bencana, itu sama juga devan menolong temen-temen yang lagi kena musibah. Nanti ada Fattan juga kok"

Devanpun spontan bersemangat, ia bergegas meminta kardus kotak penerimaan donasi dan berjalan mengikuti mamahnya, sesekali ia lambaikan tangan meniru gaya mamahnya agar para pengemudi melihat ke arahnya dan tergerak hatinya untuk ikut menyumbang.

Ketika di tanya redaksi mengenai hal itu, apa alasannya mau jadi relawan? dengan polos Devan menjawab
"biar uangnya bisa ngasih anak-anak korban bencana takutnya ada yg mau jajan".

Jawaban sederhana, tapi yang ia lakukan telah membuka mata para orang tua, bahwa pentingnya mengajarkan di usia dini terhadap kepedulian sosial.


Sedangkan Fattan yang datang ke Posko PPBB bersama Ibunya datang agak siang, Fattan adalah putera dari bu Yulia anggota Pawon yang juga aktif di Koordinator Blok (KorBlok) pada kegiatan Car Free Day setiap minggunya. Iapun turut serta bergantian berdiri dipinggir jalan untuk mengais donasi.

Penggalangan donasi yang dilakukan dijalan Yasin Beji pada hari itu juga dihadiri oleh team relawan PPBB, salah satunyas Bp Sudarman yang sejak pagi mempersiapkan semua kebutuhan, peralatan hingga untuk tempat penyimpanan donasi barang dirumahnya. (AS/HKP)

Dokumentasi kegiatan :
Danu HKP

Mulyadi HKP

Yulia KORBLOK

Syafiwal KORBLOK

Supriyanto KORBLOK

Dan lain-lain yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Pawon Peduli Korban Tsunami Selat Sunda



PawonCilegon.com | Bencana alam tsunami selat sunda yang diakibatkan erupsi gunung anak krakatau, tepatnya pada tanggal 22 desember 2018 lalu, yang memporak porandakan beberapa daerah di Provinsi Banten terutama Carita, Tanjung Lesung, Panimbang, Sumur, hingga mendekati daerah Ujung Kulon serta pesisir Lampung, menyisakan duka dan derita mereka saudara-saudara kita yang menjadi korban.(head foto:cdn.sindonews)



Korban nyawa kehilangan orang tua, anak, adik, kaka, sanak saudara, kerabat, tetangga adalah pilu dan trauma yang akan terus berbekas. Harta benda lenyap, tempat tinggal rusak bahkan hancur tak bersisa.



Peduli, adalah satu-satunya modal kita sebagai manusia, agar tetap mendapat pengakuan dari sang Pencipta.


Tak perlu mempertanyakan harus memulai dari mana untuk membantu meringankan beban mereka, lakukan apa yang kita bisa, itu saja.  jika kita mampu jadi relawan lakukanlah, jika bisa berdonasi berikan, bahkan jika hanya mampu memberikan doa saja maka doakan mereka agar diberikan ketabahan, karena semua yang kita lakukan tak lain untuk mengejar pahala.


Kita yang selamat dan masih diberi tawa, diberikan kesempatan agar bergerak membantu dengan apa yang kita punya, apapun bentuknya, berapapun nilainya, niat baik akan menjadi amal baik yang tak akan tertukar pahalanya. Uluran tangan kita menjadi harapan besar bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.


Melalui team Pawon Peduli Bencana Banten (PPBB) yang dibentuk pada tanggal 25 Desember 2018, khususnya Anggota PAWON (Paguyuban Wirausaha Cilegon) yang setiap minggunya melakukan aktifitas berniaga di Car Free Day Cilegon (CFD) sebagai wirausaha, dapat menyalurkan donasinya baik berupa uang, sembako serta pakaian. Posko PPBB yang dibuka setiap hari sejak tanggal 26 Desember 2018 mulai pukul 9:00 hingga 17:30, juga menerima donasi dari masyarakat umum baik yang melintas di jalan yasin beji atau sengaja mengunjungi Posko Pawon.



Penggalangan donasi juga dilakukan pada hari minggu tanggal 30 Desember 2018 di Car Free Day Cilegon (CFD), banyak pengunjung yang berpartisipasi memberikan sumbangan dalam bentuk uang.


Setelah dilakukan rekap untuk keseluruhan donasi baik uang dan barang maka team PPBB melakukan sortir terutama pakaian sebelum dilakukan pengepakan, selain itu dilakukan komunikasi dan koordinasi mengenai lokasi atau tempat para pengungsi korban berada, untuk pendistribusian tepat sasaran.




Dan setelah semua donasi barang dianggap sudah siap di salurkan, maka pada tanggal 3 januari 2019, 16 personil Relawan Pawon PPBB diantaranya :
1. Asep Rachmatullah
2. Maria Ulfa
3. Iim ibrohim
4. Heti Susanti
5. Sudarman
6. Almi Syaputra
7. Deno Salfino
8. Rahmawaty
9. Jaka PAM OBVIT
10. Danu Tri Satrio
11. Itha Hardianti
12. Bude Sri Tirin
13. Pak De Turijohadi
14. Iriyanto
15. Randi
16. Azka



Pukul 10:00 pagi setelah dilakukan briefing, team relawan Pawon berangkat menuju dua lokasi, start dari depan Al-Azhar di jalan Yasin Beji, rombongan yang di kawal oleh satu kendaraan mobil PAM OBVIT agar perjalanan lebih cepat, lokasi pertama adalah Carita, kemudian setelah selesai pendistribusian langsung menuju Panimbang.


Berdasarkan info dari satu relawan Pawon (Danu Tri Satrio) bahwa tidak sedikit anak-anak yang menjadi yatim piatu. Maka pada kesempatan ini Bp. Asep Rachmatullah selaku Ketua Pawon yang juga berprofesi sebagai Motivator Master Hypnoterapy, memberikan Trauma Healing kepada anak-anak korban bencana hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk penguatan mental dan karakter. (AS/HKP)


=========================================
Dokumentasi Kegiatan :

Technical Meeting untuk pengaturan dan menentukan jadwal distribusi dan lokasi.



Serah terima donasi di Carita


Penyerahan Donasi sembako dan pakaian di Carita



 Penyerahan donasi dana kepada korban di Panimbang

=== Bersambung ke Hal berikutnya ====



Jumat, 26 Oktober 2018

Ada Pertemuan, Ada Perpisahan ; Semoga Kita Bisa Bertemu Lagi

PawonCilegon.com | Siapa yang tak kenal sosok enerjik satu ini, penuh semangat, tak lepas senyum dan ramah, beliau adalah salah satu Pengurus Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon). Kiprahnya di kepengurusan Pawon sebagai Kepala bidang Sosial tidak diragukan lagi. Terobosan ide dan inspirasinya banyak menuai manfaat untuk orang banyak.

Menjadi teladan untuk kaula muda, tak pernah lelah menjadi pembimbing yang membutuhkan. Mudah bergaul tanpa memandang umur,  hingga kami mengganggap beliau melebihi saudara bahkan kami anggap seperti orang tua sendiri.

Beliau adalah bapak H. Ahmad Solihat, kami kawan-kawan pengurus pawon menyapanya "pak haji". awal nopember 2018 ini, beliau akan meninggalkan Kota Cilegon sekaligus meninggalkan kita Pawon untuk pindah ke Kota Malang. Banyak cerita dan kenangan bersama beliau, hingga rasanya tak rela ditinggalkan.

Namun itulah hidup, tak ada yang bisa menolak ketentuan Allah, ada pertemuan ada perpisahan. Melalui media komunikasi internal WA Pawon beliau menyampaikan surel perpisahan.

============================
[26/10 11:13]
MOHON PAMIT

Yth, Dewan pendiri, Ketum, Kawas, rekan pengurus, Korblok dan semua Anggota, para mitra PAWON CFD Cilegon, Rohimakumullah.

Saudaraku 
Yg dirahmati Allah SWT.

Insya Allah awal Nopember 2018 nanti, kami sekeluarga akan melanjutkan *perjalanan hidup* di kota kelahiran, Malang Jawa Timur.

Ini adalah realisasi dari planning jangka panjang yg sdh kami buat sepuluh tahun yg lalu utk mendekati orang tua dan keluarga besar kami di Malang pada usia pensiun.

Sungguh tak mudah utk merealisasikan ini, begitu berat, terutama *hati,* berat hati ini meninggalkan kota dan komunitas yg demikian guyub, lebih dari saudara kandung yg terbentuk selama 32 tahun dalam interaksi sosial di kota Cilegon.

Meskipun komunitas PAWON ini baru 4-5 tahun berjalan, tetapi telah membentuk ikatan yg dalam, yg tidak mudah utk dilupakan, utk itu kami mohon pamit pindah, melanjutkan hidup entah sampai kapan .....

Tentulah banyak kesalahan dan kekhilafan yg kami perbuat, harapan kami saudaraku semua Pengurus, Pengawas, Anggota berkenan memaafkan.

Semoga CFD PAWON tetap eksis dlm lindungan Allah SWT utk selama lamanya karena demikian besar memberi manfaat bagi banyak orang. Niatkan terus utk menjaga dan memajukannya.

Salam hormat utk pak Ketua dan semua *the inspiring team* PAWON yg tak pernah kenal lelah, Insya Allah pahala dari Allah utk semua.

Kami berharap silaturahmi ini tetap terjalin meskipun dibatasi oleh jarak.

Kami dg senang hati jika saudaraku PAWON berkenan singgah ke pondok kami jika seandainya berada maupun lewat kota MALANG.

Mohon maaf lahir bathin.
Wassalamualaikum Wr wb.

Hormat kami.
Achmad Solihat & Mahmudah, bersama   putra putri, mantu dan cucu.

Rumah:
Perumahan Puri Cempaka Putih 1/ U-17 Jl Mayjen Sungkono, Arjowinangun Kota Malang.

Lapak:
Ruko RB-02 Kepanjen Green Park , Kemiri Kepanjen Kab.MALANG.

32 tahun bersama Cilegon (Agustus 1986-Nopember 2018).

===========================
Semoga kita di pertemukan lagi dilain waktu, semoga pak Haji dan sekeluarga sukses di tempat yang baru, kami akan selalu merindukan kebersamaan, kekeluargaan yang telah terbentuk sejak bersama Pawon.

(AS | HKP)